Forum Central
Kami telah berpidah ke server baru <a href="WWW.KAMPUNGFM.COM">KAMPUNGFM.COM</a>
Log in

I forgot my password

Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Cara upgrade driver
Tue Feb 12, 2013 5:21 am by Syukur Azzaha

» MEMPROSES DAN MEMBEKAL SERBUK (POWDER) ICE BLENDED RM 15/KG
Fri Jun 22, 2012 11:23 pm by miezza

» PROMOSI!!! SERBUK ICE BLENDZ (16 - 20 MAC 2012) - RM13 PER 1KG
Fri Mar 16, 2012 1:28 pm by DezireMarketing

» MEMPROSES DAN MEMBEKAL SERBUK (POWDER) ICE BLENDED
Mon Aug 01, 2011 5:09 pm by Liana

» Kenali aku,
Thu Dec 16, 2010 1:43 pm by weather

» Rahsia Menjana RM20,000 Dalam 20 hari
Wed Sep 29, 2010 6:43 pm by ASBN

» DUIT MASUK HARI-HARI RM50-500, REBUT PELUANG SEGERA
Wed Sep 29, 2010 6:42 pm by ASBN

» KIAMAT DAN KEADAANNYA
Sat Aug 21, 2010 10:16 am by krulayar

» tambah owner lagi!
Sat Jul 24, 2010 8:38 pm by edora

Who is online?
In total there are 2 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 2 Guests

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 33 on Fri Sep 30, 2016 11:47 pm
Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Forum Central on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of Forum Central on your social bookmarking website

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


KampungFM



Affiliates
free forum


Kisah Seorang Guru

View previous topic View next topic Go down

Kisah Seorang Guru

Post by KeKaSiH Ku SeRu on Thu Sep 17, 2009 9:49 am

Saya mengajar di sekolah rendah di
tengah2 bandaraya Kuala Lumpur. Saya mengajar sesi petang. Salah seorang murid
saya setiap hari datang lambat ke sekolah. Kasut dan bajunya selalu kotor.
Setiap kali saya bertanya tentang baju dan kasutnya dia hanya berdiam diri.

Saya masih bersabar dengan keadaan pakainnya, tetapi kesabaran saya tercabar
dengan sikapnya yang setiap hari datang lambat. Pada mulanya saya hanya memberi
nasihat. Dia hanya menundukkan kepala tanpa berkata2 kecuali anggukkan yang
seolah2 dipaksa. Kali kedua saya memberi amaran, dia masih juga mengangguk
tetapi masih juga datang lambat keesokannya. Kali ketiga saya terpaksa
menjalankan janji saya untuk memukulnya kalau masih lambat. Anehnya dia hanya
menyerahkan punggungnya untukdirotan . Airmata saja yang jatuh tanpa sepatah
kata dari mulutnya.
Keesokan harinya dia masih juga lambat, dan saya
memukulnya lagi. Namun ia masih tetap datang kesekolah dan masih tetap lambat.

Suatu hari saya bercadang untuk mengintipnya ke rumahnya. Setelah
mendapatkan alamatnya, saya meneruskan niat saya. Dia tinggal di sebuah kawasan
setinggan tidak berapa jauh dari sekolah. Keadaan rumahnya sangat daif. Saya
nampak murid saya itu sedang berdiri di depan rumahnya dalam keadaan gelisah.
Seorang wanita yang mungkin ibunya juga kelihatan gelisah.
Lebih kurang
pukul 1.30 seorang anak lelaki sedang berlari2 sekuat hati menuju ke rumah itu.
Sambil berlari dia membuka baju sekolahnya. Sampai di depan rumah baju dan
kasutnya diserahkan pula kepada murid saya yang terus bergegas memakainya.
Sebelum pakaian sekolah sempurna dipakai, dia sudah berlari ke arah sekolah.

Saya kembali ke sekolah dengan penuh penyesalan. Saya memanggil anak itu
sambil menahan airmata yang mula tergenang.
“Maafkan cikgu. Tadi cikgu pergi
ke rumah kamu dan memerhatikan kamu dari jauh. Siapa yang berlari memberikan
kamu baju tadi?”
Dia terkejut dan wajahnya berubah.
“Itu abang saya.
Kami kongsi baju dan kasut sebab tak ada baju lain. Itu saja baju dan kasut yang
ada. Maafkan saya, cikgu.” Jawabnya
“Kenapa kamu tak beritahu cikgu dan
kenapa kamu biarkan saja cikgu pukul kamu?”
” Mak pesan, jangan meminta2
pada orang, jangan ceritakan kemiskinan kita pada orang. Kalau cikgu nak pukul
serahkan saja punggung kamu.”
Sambil menahan airmata yang mula berguguran
saya memeluk anak itu, “Maafkan cikgu, …….”
Kejadian itu cukup menginsafkan
saya. Selepas itu saya cuba membantunya setakat yang mampu.
Cerita2 begini
membantu melembutkan hati yang keras. Kata seorang guru, sekiranya hati kita
mula keras lembutkanlah dengan perkara2 berikut;

i. Solat sunat
ii. puasa sunat

iii. berzikir
iv. bersedekah
v. mengusap rambut anak yatim
vi.
mendengar cerita2 kesusahan orang lain
vii. membantu orang susah

KeKaSiH Ku SeRu
Budak Sekolah Menengah
Budak Sekolah Menengah

Posts : 63
Join date : 26/08/2009
Age : 33

Back to top Go down

Re: Kisah Seorang Guru

Post by cikmie on Thu Sep 17, 2009 10:52 am

sejak bila kks jadi cikgu..wooo....

cikmie
Admin
Admin

Posts : 953
Join date : 21/08/2009
Age : 87
Location : Perlis

http://true-mechanic.blogspot.com

Back to top Go down

Re: Kisah Seorang Guru

Post by !k!n@Pr!s0N BrEak on Thu Sep 17, 2009 3:53 pm

sian budak tu....

!k!n@Pr!s0N BrEak
Baru Kerja
Baru Kerja

Posts : 331
Join date : 25/08/2009

Back to top Go down

Re: Kisah Seorang Guru

Post by sherah_koala91 on Thu Sep 17, 2009 4:07 pm

aduh.. daif nye... cian lar..

sherah_koala91
Budak U
Budak U

Posts : 208
Join date : 11/09/2009
Age : 25
Location : selatan malaysia

Back to top Go down

Re: Kisah Seorang Guru

Post by Sponsored content Today at 12:57 pm


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum